Video Marketing

Video Marketing

Video Marketing atau Video Campaign ini bukanlah sekadar iklan biasa yang berisikan kalimat “yuk beli produk ini” dalam bentuk audio visual. Rata-rata video ini menangkap perhatian penontonnya dengan sebuah cerita atau narasi tertentu terlebih dahulu, baru memperkenalkan produk mereka di tengah atau akhir video. Meskipun jarang mengonsumsi iklan, saya mampu menonton beberapa video ini sampai habis.

Memang dengan adanya YouTube, pembuat video seperti ini tidak perlu lagi membayar biaya iklan televisi agar bisa ditonton. Tapi bagaimanapun, sumber daya yang diperlukan untuk membuat video tentu tidak sedikit

Beberapa Keuntungan yang bisa Anda dapatkan atas pembuatan Video Marketing ini sbb :

High Cost, namun high reward

Membuat konten marketing dalam bentuk video memakan sumber daya, khususnya waktu dan tenaga yang digunakan. Kita harus memikirkan konsep, tujuan, dan pesan videonya; naskah dan storyboard, menyiapkan dan mencari properti dan aktor, proses edit, dan lainnya.

Tantangan lain yang menurut saya lebih besar adalah membuat konsep video sehingga mampu menyampaikan pesan secara efektif. Kalau kamu gagal membuat konsep video yang tepat, orang-orang bahkan akan malas menyaksikan video buatanmu sampai selesai. Bisa juga kamu membuat penonton tertarik, akan tetapi pesan di dalam videonya malah disalahartikan.

Tapi kalau kamu bisa mengatasi semua tantangan itu, efeknya akan luar biasa bahkan mengalahkan efek dari konten tertulis. Jika menarik perhatian, konten dalam bentuk video akan dikonsumsi dengan serius sampai selesai. Ini berarti tujuan yang ingin kamu capai, baik itu branding ataupun konversi, bisa menjangkau lebih banyak orang. Lalu dengan semakin berkembangnya internet di Indonesia, baik dari segi jumlah pengguna dan juga infrastruktur, saya rasa video marketing akan melampaui performa iklan televisi.

Efeknya besar, tapi lebih cepat updated

Sekali kamu merilis konten video dan membagikannya melalui berbagai macam media, terutama media sosial, perusahaanmu akan mendapatkan boost yang signifikan. Jika video kamu bagus dan bisa menjangkau banyak calon pengguna, mereka bisa langsung membagikannya di media sosial, mengunjungi situsmu, atau paling tidak lebih mengenal brand perusahaanmu.

Tapi di sisi lain, konten video kadang hanya relevan pada waktu tertentu saja, khususnya yang dibuat dengan tajuk yang time sensitive. Jadi, kalau misalnya kamu membuat video marketing dalam rangka atau bertemakan Valentine, videomu mungkin sudah tidak relevan lagi pada bulan Maret nanti. Kalau kamu membuat video untuk brand awareness, lalu suatu waktu perusahaanmu ingin menyampaikan pesan yang berbeda, video lamamu sudah tidak relevan lagi.

Shareable, jika videonya “ditemukan”

Dibandingkan dengan konten berbentuk artikel dan blog, waktu yang diperlukan untuk mengonsumsi video marketing jauh lebih cepat. Satu video biasanya hanya berdurasi satu sampai dua menit. Jadi, seseorang bisa menyaksikan video plus membagikannya di media sosial hanya dalam waktu tiga sampai lima menit saja.

Bandingkan dengan artikel atau blog. Tergantung panjangnya, satu artikel yang oke biasanya memerlukan waktu mungkin tujuh sampai 15 menit untuk kamu baca sampai habis (bukan sekedar skimming). Jauh lebih lama dari video. Selain itu, video juga lebih engaging karena kontennya disajikan secara audio visual.

OUR PORTFOLIO

WhatsApp